PADANG — Sebuah langkah besar yang berpotensi menjadi tonggak kebangkitan ekonomi umat di Sumatera Barat resmi dimulai. Rabu (24/6/2026), tokoh-tokoh penggerak ekonomi dan masyarakat yang berada di bawah arahan Syarikat Islam Sumatera Barat menggelar rapat penting pembentukan koperasi yang berlangsung penuh semangat, optimisme, dan tekad membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
Pertemuan yang digelar di Kota Padang tersebut tidak hanya membahas pembentukan organisasi koperasi semata, tetapi juga merancang peta jalan ekonomi jangka panjang yang dinilai sangat strategis. Mulai dari pengembangan komoditas gambir, budidaya maggot, hingga rencana besar pendirian SI Mart, seluruh agenda menjadi sorotan karena dianggap mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Sumatera Barat.
Suasana rapat berlangsung dinamis dan penuh antusiasme. Para peserta sepakat bahwa koperasi harus menjadi instrumen nyata untuk memperkuat kemandirian ekonomi anggota sekaligus menghadirkan manfaat luas bagi masyarakat.
Dalam musyawarah tersebut, peserta rapat menetapkan struktur kepengurusan yang akan menjadi nahkoda perjalanan koperasi ke depan.
Susunan Kepengurusan yang Disepakati
Ketua: Johny Nurdin
Wakil Ketua: Dalinus
Sekretaris: Eddy Mahdan
Wakil Sekretaris: Nopalion
Bendahara: Masrisoun
Sementara itu, jajaran anggota yang akan memperkuat koperasi terdiri dari:
- Tomy Chandra
- Dt. Bagindo Kali
- Mukhlis Mansyur
- Marsenany
- Dedi Prima Putra
- Mus Mulyadi
- Nelda Wati
- Kuswandi
Pembentukan kepengurusan ini disebut sebagai langkah awal untuk membangun organisasi yang profesional, transparan, dan mampu menjawab tantangan ekonomi masa depan.
Salah satu keputusan yang paling menyita perhatian adalah komitmen koperasi untuk menjadikan sektor gambir sebagai program prioritas.
Sebagai salah satu komoditas unggulan Sumatera Barat yang memiliki pasar ekspor cukup besar, gambir dinilai memiliki potensi luar biasa untuk meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat posisi ekonomi daerah.
Para peserta rapat menilai bahwa selama ini potensi gambir belum dikelola secara maksimal. Karena itu, koperasi diharapkan mampu menjadi jembatan yang menghubungkan petani, pelaku usaha, dan pasar yang lebih luas.
Tak kalah menarik, rapat juga membahas secara serius rencana pendirian SI Mart, sebuah unit usaha perdagangan dan distribusi yang diharapkan menjadi wajah baru ekonomi umat di Sumatera Barat.
Gagasan SI Mart mendapat sambutan hangat dari peserta rapat. Banyak pihak menilai keberadaan SI Mart nantinya dapat menjadi pusat distribusi produk anggota koperasi sekaligus memperkuat perputaran ekonomi lokal.
Jika terealisasi, SI Mart diproyeksikan menjadi simbol kemandirian ekonomi berbasis gotong royong yang mampu bersaing di tengah ketatnya persaingan pasar modern.
Keputusan lain yang cukup mengejutkan adalah masuknya program budidaya maggot sebagai salah satu sektor usaha prioritas.
Di berbagai daerah, maggot telah terbukti menjadi peluang usaha produktif karena mampu mendukung sektor peternakan sekaligus membantu pengelolaan limbah organik secara ramah lingkungan.
Melalui koperasi ini, budidaya maggot diharapkan tidak hanya menghasilkan keuntungan ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan ketahanan pangan masyarakat.
Dalam rapat tersebut juga ditegaskan bahwa seluruh pengurus diberikan mandat penuh untuk segera menyusun dan menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta mengurus seluruh persyaratan administrasi guna memperoleh badan hukum koperasi.
Langkah ini dianggap sangat penting agar koperasi memiliki landasan hukum yang kuat dalam menjalankan seluruh program dan aktivitas usahanya.
Rapat yang berlangsung hingga selesai itu menghasilkan kesepakatan bulat bahwa seluruh anggota siap bergandengan tangan mempercepat pembentukan dan operasional koperasi.
Semangat kebersamaan yang terasa sepanjang jalannya rapat menjadi sinyal kuat bahwa gerakan ekonomi berbasis koperasi yang diinisiasi di bawah arahan Syarikat Islam Sumatera Barat bukan sekadar wacana, melainkan sebuah langkah nyata menuju kemandirian dan kesejahteraan bersama.
Banyak pihak kini menaruh perhatian pada langkah lanjutan koperasi tersebut. Dengan kombinasi program strategis berupa pengembangan gambir, SI Mart, dan budidaya maggot, koperasi ini digadang-gadang dapat menjadi salah satu model kebangkitan ekonomi umat yang paling menarik di Sumatera Barat dalam beberapa tahun mendatang.
“Dari musyawarah lahir harapan, dari kebersamaan lahir kekuatan, dan dari koperasi diharapkan lahir kesejahteraan.”






