PADANG, — Dentang konsolidasi Syarikat Islam (SI) Sumatera Barat semakin menguat. Menjelang Kongres Nasional Majelis Tahkim Syarikat Islam ke-42 di Surabaya, jajaran Pimpinan Wilayah Syarikat Islam (PW SI) Sumatera Barat bersiap mengirimkan kekuatan terbaiknya untuk membawa aspirasi daerah ke panggung nasional.
Kongres yang dijadwalkan berlangsung 18–20 Oktober 2026 di Asrama Haji Surabaya mengusung tema besar “Dakwah Ekonomi Menuju Kemerdekaan Sejati”. Tema tersebut menegaskan bahwa perjuangan Syarikat Islam tidak berhenti pada aktivitas dakwah, tetapi diarahkan pada penguatan ekonomi dan kemandirian umat.
Di Sumatera Barat, persiapan menuju forum akbar tersebut telah dilakukan melalui konsolidasi organisasi. Kombes Pol (Purn) Mukhlis Mansyur, S.I.K., tercatat sebagai Ketua PW SI Sumatera Barat masa jihad 2023–2028.
SUMBAR TAK MAU DATANG SEKADAR HADIR
Kesiapan menuju Surabaya bukan sekadar keberangkatan delegasi. Rakorwil SI Sumbar yang digelar di Padang Panjang pada Juni 2026 secara khusus mengusung agenda konsolidasi dan pemantapan kinerja untuk menyongsong Kongres Nasional ke-42.
Dalam forum tersebut, jajaran SI Sumbar membahas penguatan organisasi, hilirisasi potensi ekonomi, koperasi serta berbagai program pemberdayaan ekonomi umat. Bahkan, proses pendirian Koperasi Mandiri Syarikat Islam Sumatera Barat turut menjadi bagian dari langkah strategis organisasi.
Pesan yang dibawa ke Surabaya pun semakin jelas: dakwah harus memiliki dampak ekonomi, organisasi harus semakin kuat, dan umat harus memiliki kemandirian.
DARI SUMBAR UNTUK KEBANGKITAN EKONOMI UMAT
Semangat tersebut sejalan dengan arah perjuangan SI Sumbar pada 2026 yang menempatkan kemandirian ekonomi umat sebagai salah satu poros utama gerakan.
Syarikat Islam Sumatera Barat menegaskan pentingnya organisasi yang tertib, disiplin dan berdaulat sekaligus menjadi kekuatan moral yang memperjuangkan kesejahteraan serta keadilan sosial.
Potensi ekonomi Sumatera Barat seperti gambir, hasil bumi, koperasi, budidaya maggot dan berbagai usaha halal mulai dipandang sebagai bagian dari kekuatan ekonomi umat yang harus dikembangkan secara profesional dan berkelanjutan.
MUKHLIS MANSYUR: KONSOLIDASI MENUJU BABAK BARU
Di bawah kepemimpinan Mukhlis Mansyur, konsolidasi internal menjadi bagian penting dalam menghadapi Kongres ke-42.
Bukan hanya menjaga eksistensi organisasi, SI Sumbar dituntut mampu membawa gagasan yang konkret: bagaimana dakwah melahirkan kemandirian, bagaimana koperasi menjadi mesin ekonomi rakyat, dan bagaimana potensi daerah dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi umat.
Karena itu, Kongres Surabaya dipandang sebagai momentum penting untuk mempertemukan gagasan dari berbagai wilayah sekaligus merumuskan arah perjuangan Syarikat Islam ke depan.
“DAKWAH EKONOMI MENUJU KEMERDEKAAN SEJATI”
Tema yang terpampang dalam materi Kongres ke-42 bukan sekadar slogan.
“Dakwah Ekonomi Menuju Kemerdekaan Sejati” membawa pesan bahwa kemerdekaan sejati tidak cukup hanya dimaknai sebagai kebebasan secara politik, tetapi juga harus diwujudkan melalui kemandirian ekonomi masyarakat.
Dari Sumatera Barat, semangat itu kini sedang dipersiapkan untuk dibawa ke Surabaya.
Satu barisan. Satu perjuangan. Satu tekad: memperkuat Syarikat Islam dan membangun kemandirian ekonomi umat.
Surabaya menanti. Kongres ke-42 menjadi panggungnya. Dan Sumatera Barat siap membawa suaranya.
BILLAHI FI SABILIL HAQ.






