Bukittinggi – Langit kota yang dikenal dengan keindahan bukitnya tampak berkabung mendalam. Sebuah papan ucapan duka cita yang dihiasi bunga-bunga warna meriah namun membawa kesedihan mendalam berdiri gagah di salah satu sudut kota, menyampaikan berita pilu: wafatnya Nofiardi/ Edi Fi’i, Wakil Ketua Syarikat Islam Kota Bukittinggi, sosok yang telah lama menjadi teladan. Bagaimana tidak, ia bukan sekadar nama dalam struktur organisasi, melainkan sosok yang setiap langkahnya selalu diikuti dengan penuh kagum, yang setiap ucapan selalu menjadi pijakan bagi perjuangan kemaslahatan umat!
Dalam keterangan resmi yang disampaikan Ketua DPC Syarikat Islam Kota Bukittinggi, Drs. Rismaidi, SH – yang lebih akrab disapa Tuangku Rismaidi – suara beliau terasa berat dan penuh kesedihan. “Tak ada kata-kata yang bisa benar-benar menggambarkan kedukaan kita saat ini,” ujarnya dengan nada yang penuh makna,
Menurutnya, ” seolah-olah dunia kita seketika kehilangan satu sumber cahaya yang selalu menerangi jalan perjuangan kita. Kita telah berusaha segala cara, namun takdir telah menentukan; dalam perjalanan hidup ini, kita sungguh tak bisa maju mundur sesuai keinginan kita sendiri.”
Beliau menambahkan, bahwa sosok almarhum teman akrab dan sepermainan sejak waktu kecil telah melalui berbagai tahap perjalanan hidup yang penuh perjuangan hingga kini, namun kesehatan yang selama ini diperjuangkan akhirnya harus menyerah pada ketentuan Ilahi.

Tak hanya Ketua, Sekretaris Syarikat Islam Kota Bukittinggi, Shefri Donaldy, juga menyampaikan pernyataan yang penuh haru.
“Kita semua kaget, sungguh kaget luar biasa,” ucapnya sambil mengusap mata yang mulai berkaca-kaca, “beliau baru saja berbicara tentang program-program besar yang akan kita laksanakan untuk kemajuan umat dan kota ini, bagaimana mungkin dalam sekejap ia harus pergi meninggalkan kita semua ”
Beliau mengungkapkan, bahwa kedekatan yang terjalin bukan hanya sebatas hubungan kerja dalam organisasi, melainkan seperti hubungan keluarga yang saling menghargai dan mendukung satu sama lain. Setiap langkah organisasi yang berhasil ditempuh, tak pernah lepas dari kontribusi besar yang diberikan oleh almarhum.
Wakil Ketua yang kini telah kembali kepada Sang Khalik memang dikenal sebagai sosok teladan yang tak pernah mengenal lelah. Sejak menginjakkan kaki dalam organisasi ini, beliau telah memberikan kontribusi yang tak ternilai harganya – mulai dari menggerakkan program pendidikan bagi kaum dhuafa, hingga mengawal berbagai kegiatan sosial yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bukittinggi.
Dedikasinya yang tak pernah pudar membuat setiap anggota organisasi merasa termotivasi untuk terus berjuang, semangat juangnya yang seperti bara api yang tak pernah padam menjadi sumber inspirasi bagi siapa saja yang berinteraksi dengannya.

Masyarakat Bukittinggi juga turut meratapi kepergian sosok yang telah banyak memberikan manfaat bagi mereka.
Banyak warga yang datang secara sukarela untuk memberikan ucapan belasungkawa, menyampaikan betapa besar kehilangan yang harus dialami oleh kota ini.
Beberapa di antaranya mengaku pernah merasakan sentuhan kebaikan dari almarhum, baik dalam bentuk bantuan maupun hanya sekadar nasihat yang penuh kebaikan yang mampu mengubah arah hidup mereka.
“Beliau adalah orang yang selalu siap membantu tanpa pamrih,” ujar salah satu warga yang enggan menyebutkan namanya.
Pada akhir pernyataannya, Tuangku Rismaidi mengajak seluruh komponen Syarikat Islam Kota Bukittinggi serta masyarakat luas untuk menerima dengan lapang dada kepergian almarhum.
“Meskipun kita kehilangan seorang pemimpin yang luar biasa, semangat juangnya harus tetap hidup dalam setiap diri kita,” tegasnya dengan nada yang penuh tekad, “kami akan terus menjalankan amanah yang telah dipercayakan, dengan mengangkat nilai-nilai yang selama ini beliau tanamkan dalam diri kita semua. Semoga roh beliau ditempatkan di sisi-sisi orang-orang shaleh, dan kita semua diberikan kekuatan untuk terus melanjutkan perjuangan yang telah beliau rintis”
(MY)






