BUKITTINGGI – Berkunjung ke rumah Dr. Efri Yoni Baikoeni, S.S., M.A., pada Hari Raya Idulfitri 2026 bukan sekadar silaturahmi yang identik dengan salaman hangat, hidangan lezat, dan senda gurau penuh keakraban. Di balik suasana meriah tersebut, muncul sosok lelaki yang dengan tajam dan mendalam menguraikan bagaimana nilai kearifan lokal Minangkabau telah melahirkan tokoh-tokoh besar bahkan sebelum Indonesia merdeka – nilai-nilai yang hingga kini menjadi pondasi kekuatan masyarakatnya.
Sebagai alumni SMA Negeri 1 Bukittinggi yang meraih gelar Sarjana Sastra, Magister Ilmu, dan Doktor, beliau mengungkapkan bahwa kearifan lokal Minangkabau tidak sekadar tradisi kosong. Nilai-nilai sudah dibekali dan diwariskan secara turun temurun, menyatu dengan nilai religius dan adat – seperti kemampuan terhadap ilmu agama dan ketrampilan hidup seperti silat yang membuat kita siap menghadapi setiap zaman, secara tersirat tim jurnalis menangkap pernyataan beliau.
Sebagai dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) dengan bidang penelitian sosiolinguistik serta studi masyarakat dan budaya, beliau juga menempati peringkat ke-9 di antara ilmuwan bidang Ilmu Sosial/Bahasa dan Sastra di kampus tersebut menurut data AD Scientific Index. Pengamatannya terhadap budaya Minang tercermin dalam karyanya yang berdampak luas.
Beliau merupakan salah satu penulis buku “Ensiklopedia Tokoh 1001 Orang Minang” yang diterbitkan tahun 2023 – sebuah karya yang mendokumentasikan biografi tokoh-tokoh Minang berprestasi di berbagai bidang.
Selain itu, bukunya berjudul “Kiprah Permai: Sukses Diaspora Indonesia di Brunei” yang mengulas perkembangan dan kontribusi Persatuan Masyarakat Indonesia di negara tersebut juga mendapat apresiasi tinggi, dengan acara pre-launching yang dihadiri oleh Dubes RI untuk Brunei Darussalam.
Dari nilai kearifan lokal yang terpatri dalam lingkungan tempat dilahirkan, hidup, dan dibesarkan tumbuh kemampuan komunikasi dan diplomasi yang menjadi ciri khas masyarakat Minang sambil menyebutkan tokoh besar Hamka, Hasyim Jalal, dan tokoh fenomenal lainnya.
Beliau mengharapkan peran serta seluruh stakeholder untuk mendukung dan mengembangkan nilai-nilai tersebut, sehingga dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya menghargai warisan leluhur, tetapi juga siap menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.
Keterbatasan waktu obrolan santai namun sangat bermakna harus berhenti karena dihukum sang palu waktu yang tidak memberikan toleransi, disana Nilai kearifan lokal Minangkabau menjadi panduan dalam meniti kehidupan bersama sang waktu menuju rohani yang beradab dan bermartabat.
(MY)






