BUKITTINGGI – Di tengah deretan prestasi yang terus mengharumkan nama daerah, satu nama kembali bersinar terang dan membanggakan hati seluruh warga Kota Bukittinggi: Hanna Azzahra. Kader muda Syarikat Islam ini, mahasiswi Universitas Negeri Padang sekaligus alumni SMA Negeri 3 Bukittinggi, baru saja mengukir sejarah indah dengan meraih predikat Juara 2 (Runner Up 1) sekaligus penghargaan istimewa The Best Communication dalam ajang bergengsi pemilihan Duta Budaya Sumatera Barat Tahun 2026.
Keberhasilan gemilang yang diraih Hanna—yang turun langsung membawa nama dan amanah Kota Bukittinggi—mendapat sambutan hangat dan apresiasi setinggi-tingginya dari Pemerintah Kota Bukittinggi. Melalui orang terdekatnya secara khusus, Walikota Bukittinggi, H.M. Ramlan Nurmatias, SH., menyampaikan rasa bangganya yang mendalam, menyebut capaian ini bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan cahaya kebanggaan bagi seluruh masyarakat Bukittinggi.
“Apresiasi yang paling tinggi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kami berikan kepada adik Hanna Azzahra. Apa yang telah ia raih dan persembahkan ini adalah bukti nyata, bukti hidup, bahwa anak-anak muda Bukittinggi memiliki kualitas yang tak perlu diragukan lagi,” Walikota dengan nada penuh haru dan semangat, tak lama setelah kabar kemenangan itu sampai ke telinga beliau.
Bagi H.M. Ramlan Nurmatias, keberhasilan Hanna meraih posisi kedua sekaligus menyabet penghargaan Komunikasi Terbaik bukanlah kebetulan semata. Ia menilai, prestasi ini adalah perpaduan indah antara kecerdasan, kehalusan budi pekerti, penguasaan nilai-nilai adat Minangkabau, dan kemampuan berbicara yang memukau—sesuatu yang menjadi ciri khas dan warisan luhur pemuda-pemudi daerah ini.

“Hanna telah membuktikan di hadapan seluruh Sumatera Barat: bahwa kami punya putra-putri yang tidak hanya cerdas secara akademik, tidak hanya paham budaya, tetapi mampu membawakannya dengan tutur kata yang indah, santun, dan berkarisma. Penghargaan The Best Communication itu adalah mahkota yang paling pas untuknya, karena itulah wajah asli Bukittinggi: kota perjuangan, kota budaya, yang senantiasa menjunjung tinggi bahasa dan adab,” tegas Ramlan Nurmatias.
Lebih dalam lagi, Walikota menegaskan bahwa kehadiran sosok seperti Hanna adalah harapan masa depan. Di tengah arus zaman yang terus berubah, Hanna hadir sebagai bukti bahwa nilai-nilai luhur masih hidup dan tumbuh subur di hati generasi muda. Ia mengapresiasi keberanian dan dedikasi Hanna yang telah bersusah payah mempersiapkan diri, turun ke ajang kompetisi, dan berjuang mati-matian demi mengharumkan nama daerah tercinta.
“Apresiasi ini kami tujukan bukan hanya untuk hasil akhirnya, yaitu piala dan gelar yang dibawa pulang. Tetapi yang jauh lebih berharga: adalah keberaniannya maju, kerja kerasnya berlatih, dan cintanya yang mendalam terhadap budaya serta tanah kelahirannya. Hanna telah menjadi duta yang sejati, jauh sebelum gelar itu disematkan,” tambah beliau.
Ramlan Nurmatias juga menyebut keberhasilan ini sebagai pesan kuat kepada seluruh pemuda Bukittinggi. Bahwa setiap potensi yang diasah, setiap ilmu yang dipelajari, dan setiap nilai budaya yang dijaga, pasti akan membuahkan hasil yang membanggakan. Pemerintah Kota pun, tegas beliau, akan terus menjadi pendukung utama dan rumah besar bagi setiap anak muda yang berniat baik untuk memajukan daerahnya.

“Terima kasih Hanna, engkau telah membuat kami semua tersenyum bangga hari ini. Teruslah menjadi pelita, teruslah menjadi teladan, dan jadikan prestasi ini sebagai tangga untuk mencapai cita-cita yang lebih tinggi lagi. Bukittinggi selalu mendukung dan bangga bersamamu,” tutup H.M. Ramlan Nurmatias, SH., mengakhiri ucapan selamat yang penuh makna dan semangat itu.
Kini, Hanna Azzahra pulang membawa kemenangan, membawa penghargaan, dan membawa kebanggaan abadi. Dan lewat suara Walikota, seluruh warga bersatu hati: Selamat Hanna, engkau adalah permata bersinar yang mengharumkan nama Kota Bukittinggi di kancah Sumatera Barat.
(MY)






