
Bukittinggi– Suasana penuh kehangatan dan persaudaraan mewarnai kegiatan penyembelihan hewan kurban yang digelar dalam rangka Hari Raya Idul Adha. Momen suci ini bukan hanya menjadi sarana beribadah, tetapi juga momen berharga untuk mempererat tali silaturahmi antar warga dan para pengurus Lingkung Baraya Sunda (Libas).
Dalam kesempatan itu, Buya Ade Jalaluddin, Pembina Pindok Al Irfaan yang juga Pengurus Laznas Salam Bukittinggi selain hadir langsung menyaksikan juga sebagai penyembelih hewan kurban, seraya menyampaikan pesan mendalam mengenai hakikat berkurban sebagai wujud pengabdian dan amalan yang membawa berkah bagi segenap umat.


Buya Ade Jalaluddin dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh pihak yang telah bersatu padu mewujudkan kegiatan mulia ini.
“Terima kasih kepada semuanya, karena kita berkumpul dan bersatu dalam satu tujuan kebaikan. Keberhasilan kegiatan ini adalah buah dari kerja sama semua pihak, mulai dari para donatur yang telah ikhlas menyisihkan sebagian rezekinya, hingga dukungan yang mencakup berbagai aspek pembangunan dan pengembangan nilai keagamaan,” ujarnya.
Buya Ade Jalaluddin juga menegaskan bahwa kebaikan yang terjalin di sini tidak hanya bersifat materi, melainkan meliputi segala potensi dan sumber daya yang ada, baik berupa ide cemerlang, gagasan konstruktif, pemikiran yang membangun, maupun sumbangan dana dan tenaga.


Semua itu, Buys Ade, adalah wujud nyata dari semangat berbagi dan saling menguatkan dalam menjalankan ajaran agama yang baru dan terus diperbarui maknanya di setiap momen pengorbanan.
“Segala yang kita berikan, baik pikiran, tenaga, maupun harta, adalah bentuk pengorbanan yang akan tercatat sebagai amalan jariyah yang nilainya tak terhingga di sisi Allah SWT,” tegasnya.


Senada dengan hal itu, Pimpinan, Al Irfaan Ustadz Asep M. Nurdin turut memberikan pencerahan mendalam mengenai makna hakiki di balik ibadah kurban. Menurut beliau, segala sesuatu yang didapatkan dan diterima manusia, termasuk apa yang dihasilkan dari penyembelihan hewan kurban, sejatinya adalah rezeki murni yang Allah berikan melalui skema takdir dan ketetapan-Nya (Qada dan Qadar).


“Apa yang kita terima, sebesar apa pun itu, adalah bagian dari rencana Allah. Kuncinya ada pada kerelaan hati; apabila kita ikhlas dan rela, maka hati akan menjadi lapang dan damai,” jelas Ustadz Asep Nurdin
Beliau juga memohon maklum dan keleluasaan dari seluruh masyarakat terkait pembagian daging kurban yang mungkin memiliki keterbatasan atau pembagian yang tidak sama rata. Hal ini dikemukakan agar masyarakat memahami bahwa pembagian tersebut dilakukan sebaik mungkin sesuai ketentuan dan kemampuan, semata-mata demi kebersamaan dan keberkahan.
Acara pun ditutup dengan doa bersama, memohon agar segala pengorbanan dan kebaikan yang dilakukan diterima oleh Allah SWT serta membawa manfaat luas bagi umat.
Turut hadir dalam kegiatan penuh makna ini Ketua Yayasan yang juga akademisi ( Abdul Halim), ketua Libas (Asep Susanto) dan jajarannya (Kang Deni, Kang Iwan,dll), tokoh, dan para ibu yang luar biasa, mereka dengan sigap mengawal jalannya acara. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata adanya sinergi yang kuat Libas dan masyarakat dalam menggerakkan kegiatan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.
Lebih dari sekadar ritual ibadah, momen ini menjadi ajang berkumpul yang hangat. Masyarakat sekitar tidak hanya menyaksikan, tetapi juga turut menikmati hasil hewan kurban yang diolah menjadi santapan lezat untuk makan siang bersama. Di bawah naungan kebersamaan itu, tercipta suasana yang penuh persatuan, persaudaraan, dan kekeluargaan yang sangat harmonis di Ponpes Al Irfaan Bukittinggi pada Rabu, (27 Mei 2026).
Setiap suapan makanan yang dinikmati bersama mengandung makna mendalam: bahwa Idul Adha adalah tentang menyatukan hati, meruntuhkan sekat pemisah, dan memperkuat ikatan kasih sayang sesama manusia. Di sini, kebahagiaan dirasakan merata, dan makna berkurban benar-benar hidup, bukan hanya sebagai tradisi, melainkan sebagai napas kehidupan yang mengajarkan ketulusan berkorban demi kebaikan bersama.
Warga sangat hormat dan apresiasi mendalam dengan srikandi Libas dalam meramu sajian kuliner dengan jari jemari yang luar biasa sehingga mampu menyentuh ujuang lambung dan bibir lidah dalam hal selera sehingga menambah suasana lahir batin tergugah oleh selera dalam satu rasa.
((YamanLbs)






