

Innalillahi wa Inna ilaihi Raji’uun. Allah SWT menguji kita lagi, dengan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera. Keluarga Besar Kaum Syarikat Islam turut berduka dan prihatin atas kondisi yang terjadi di tiga wilayah Sumatera yaitu Aceh, Sumut, dan Sumbar. Dengan tetap bertawakkal, kiranya Allah senantiasa memberi kesabaran bagi para hamba-Nya.
Itu yang menjadi doa-doa yang dituturkan oleh Presiden SI, Dr. Hamdan Zoelva, di Jakarta; juga disampaikan oleh H. Mukhlis Mansyur, SIK. dan Ketua PWSI Sumatera Barat dan Hendra Cipta, S.E., Ketua PWSI Sumatera Utara.
Lembaga Amil Zakat Nasional Syarikat Islam (LAZNA SI) yang dipimpin H. David Chalik ikut berempati dengan menurun bantuan dan membuka dompet kepedulian. Syarikat Islam Tanggap Bencana (SIGAP) juga tengah menyiapkan tim untuk diturunkan ke beberapa titik lokasi bencana.
Seperti dilansir AcehGate.com Ketua PW Syarikat Islam Aceh, Zulmahdi Hasan, S.Ag, M.H., menyampaikan duka cita mendalam atas musibah banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir. Ungkapan duka cita tersebut disampaikan langsung dari lokasi bencana di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, yang dilaporkan masih terisolir akibat akses jalan yang terputus.
Zulmahdi menyatakan keprihatinan yang sangat tinggi terhadap korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan bencana di tiga provinsi tersebut. ”Atas nama keluarga besar Syarikat Islam Aceh, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh korban dan keluarga yang tertimpa musibah. Ini adalah cobaan berat bagi kita semua. Hati dan pikiran kami bersama masyarakat Aceh, Sumut, dan Sumbar yang sedang berjuang di tengah keterbatasan.”
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan bahu-membahu membantu para korban, terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau. “Solidaritas adalah kunci. Mari kita ulurkan tangan kita untuk meringankan beban saudara-saudara kita.”
Sementara itu, dari tempat berbeda, seperti dilansir literasirakyat.com, Ketua Umum Pimpinan Besar Pemuda Muslim Indonesia, Dr. Usep Nukliri, mendesak pemerintah pusat untuk segera menetapkan musibah yang melanda tiga wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, sebagai bencana nasional.
Seruannya disampaikan pada Minggu, 30 November 2025, sebagai bentuk keprihatinan dan meminta respons cepat negara terhadap rentetan krisis yang terus memburuk di lapangan.
Usep mengingatkan bahwa status bencana nasional bukan sekadar label administratif, melainkan langkah strategis yang akan mempercepat mobilisasi sumber daya, koordinasi lintas lembaga, dan kehadiran negara secara penuh di tengah rakyat.
Dengan tekanan publik yang kian menguat, desakan ini menjadi pengingat keras bahwa bencana tidak boleh ditangani dengan setengah hati dan bahwa keselamatan warga di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menuntut keputusan cepat, jelas, dan berani. “Ketika rakyat menanti uluran tangan, negara tidak boleh ragu. Setiap menit terlambat berarti nyawa dipertaruhkan,” ujar Rektor Institut Agama Islam Bogor (IAIB) itu lagi.
Melihat skala dan dampak kerusakan yang sangat luas, serta laporan mengenai daerah-daerah yang masih terisolir termasuk di Bener Meriah tempat Zulmahdi berada, Ketua SI Aceh ini juga mendesak Pemerintah Pusat untuk segera mengambil langkah yang lebih masif. Secara tegas meminta Presiden untuk menetapkan status darurat bencana nasional atas musibah banjir yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
”Kerusakan dan korban yang ditimbulkan sudah pada taraf yang membutuhkan penanganan luar biasa dan terintegrasi dari seluruh kementerian dan lembaga negara. Penetapan status darurat nasional akan membuka akses terhadap sumber daya, logistik, dan pengerahan personel secara nasional, termasuk mobilisasi alat berat dan dana tak terduga yang sangat dibutuhkan saat ini,” tegas Zulmahdi.
Menurutnya, penanganan bencana ini tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah dan provinsi saja. Koordinasi cepat dan terpusat di bawah kendali pemerintah pusat sangat krusial untuk memastikan bantuan sampai ke seluruh korban dan pemulihan dapat segera dimulai.
Alhamdulillah, pagi 1 Desember 2025 ini kita menyaksikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah merespon apa yang terjadi Sumatera itu dengan kehadiran beliau meninjau ke lokasi bencana. Dari Halim Perdana Kusumah, Presiden bersama rombongan bertolak ke Sumatera Utara, mendarat di Bandara Raja Sisingamangaraja XII, Tapanuli Utara.
Presiden akan melihat langsung apakah penanganan bencana sudah sesuai dengan standar penanganan bencana yang cepat, tepat, dan terkoordinasi. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengiuti arahan aparat di lapangan seiring potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.
Kehadiran Presiden Prabowo meninjau lokasi bencana itu tentunya akan memberi kekuatan moril bagi masyarakat, saudara-suadara kita yang tertimpa musibah di Aceh, Sumut, dan Sumbar. [@S.Djosan / dari pelbagai sumber]






