
Pasaman Barat-Aksi damai yang digelar oleh Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Pasaman Barat bersama Aliansi Mahasiswa Pasaman Barat (AMPB) pada Jumat, 30 Januari 2026, menjadi penanda kekecewaan mahasiswa terhadap kinerja pemerintahan daerah menjelang satu tahun kepemimpinan Bupati H. Yulianto dan Wakil Bupati M. Ihpan.
Dalam aksinya, mahasiswa menilai bahwa realisasi visi dan misi yang disampaikan saat kampanye masih jauh dari harapan masyarakat. Berbagai persoalan mendasar daerah dinilai belum menunjukkan perubahan signifikan, baik dari sisi tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, maupun keberpihakan pada kepentingan rakyat.

Mahasiswa mempertanyakan, ada apa dengan kepemimpinan Pasaman Barat hari ini? Ketika ruang dialog justru tertutup dan mahasiswa—sebagai agen kontrol sosial—tidak diberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Ketua Umum SEMMI Pasaman Barat secara terbuka menyampaikan kekecewaan mendalam atas sikap tersebut. Ia menegaskan bahwa aksi ini bukan bentuk permusuhan, melainkan peringatan keras agar pemerintah daerah segera berbenah dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintahan.
Lebih lanjut, SEMMI Pasaman Barat mendesak agar seluruh unsur Forkopimda Pasaman Barat menjalankan tugas dan fungsinya secara profesional, transparan, serta berpihak pada kepentingan rakyat, bukan justru abai terhadap suara mahasiswa dan masyarakat.
Aksi ini menegaskan bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam ketika janji politik tak kunjung diwujudkan. Evaluasi satu tahun pemerintahan bukan sekadar formalitas, melainkan momentum untuk bercermin, memperbaiki diri, dan membuktikan bahwa kekuasaan benar-benar dijalankan untuk rakyat Pasaman Barat.






