
Salareh Aia Timur — Di tengah kesedihan warga yang terdampak banjir bandang, salah satu momen paling menyentuh terjadi ketika tim relawan LAZNAZ Syarikat Islam Padang Pariaman tiba di posko pengungsian Salareh Aia Timur. Selama beberapa hari, posko tersebut nyaris sepi dari kunjungan donatur, sehingga warga merasa semakin terpuruk dan khawatir tidak mendapatkan perhatian yang cukup.
Namun suasana berubah haru ketika tim relawan datang membawa bantuan bersama Ketua Umum LAZNAZ Syarikat Islam Pusat, Ustadz Ir. David Kholik, dan Ketua PW Syarikat Islam Sumatera Barat, Kombes Purn. Mukhlis Mansur. Kehadiran rombongan ini disambut dengan air mata bahagia oleh warga yang sudah lama menantikan uluran tangan dari pihak manapun.
Salah seorang warga yang menjadi korban bencana mengungkapkan rasa haru yang mendalam. Ia mengaku bahwa hampir tidak ada donatur yang berhenti di posko mereka beberapa hari terakhir, sehingga kedatangan relawan LAZNAZ terasa seperti “penyelamat suasana hati” di tengah duka yang masih menyelimuti.
Yang membuat momen ini semakin istimewa, salah satu warga ternyata mengenali Ketua Umum LAZNAZ Pusat sebagai aktor sinetron yang selama ini ia kagumi di layar televisi. Pertemuan itu membuat warga dan relawan merasakan suasana haru sekaligus bahagia di tengah bencana. Warga tersebut tidak menyangka bahwa sosok yang biasa ia lihat di televisi kini hadir langsung memberikan bantuan dan penguatan secara pribadi.
Bagi relawan LAZNAZ Syarikat Islam Padang Pariaman, momen itu menjadi salah satu pengalaman paling menggetarkan selama mereka bertugas. Mereka melihat sendiri bahwa bantuan yang sederhana sekalipun dapat memberikan ketenangan hati yang sangat besar bagi warga yang sedang dalam keadaan terpuruk.
“Melihat mereka tersenyum di tengah duka, itu sudah cukup membuat kami merasa bahwa semua perjuangan ini tidak sia-sia,” ungkap salah seorang relawan.
Kedatangan rombongan LAZNAZ Syarikat Islam tidak hanya membawa bantuan materil, tapi juga menghidupkan kembali harapan dan semangat masyarakat Salareh Aia Timur. Momen haru ini akan terus dikenang sebagai bukti bahwa kepedulian dan kehadiran tulus lebih berarti daripada apa pun yang dibawa dalam keadaan bencana.






