Bukittinggi —
Peringatan 120 tahun Syarikat Islam di Bukittinggi menjadi momentum bersejarah yang tak hanya penuh khidmat, tetapi juga sarat makna silaturahmi dan semangat persaudaraan. Di balik suksesnya hajatan besar tersebut, terselip nama Drs. Rismaidi, SH, sosok yang akrab disapa Inyiak, Pak Tuanku, atau Mak Tuanku — seorang tokoh senior yang peran dan kiprahnya begitu terasa dalam perjalanan organisasi maupun kehidupan sosial masyarakat Bukittinggi.
Sejak jauh hari, Drs. Rismaidi, SH telah memetakan langkah-langkah strategis (mapping protokoler) demi memastikan pelaksanaan peringatan berjalan lancar dan berkesan. Gaya kepemimpinan beliau yang lugas, tegas, namun penuh kehangatan membuat banyak pihak mengakui bahwa hajatan 120 tahun Syarikat Islam ini berada di luar ekspektasi banyak orang.
Bahkan, beberapa kalangan dari ormas, orsos, hingga orpol pun tak menyangka bahwa acara ini akan sedemikian khidmat dan menyatu dengan nuansa silaturahmi yang kental — sesuatu yang memang telah menjadi napas dalam diri keluarga besar Syarikat Islam.
Sebagai seorang yang telah lama malang melintang di dunia birokrasi dan politik — pernah berkiprah di Pemerintahan Kota Bukittinggi serta menjadi sosok penting dalam pendirian BPR Jam Gadang — Drs. Rismaidi dikenal sebagai pribadi tangka, visioner, dan berdedikasi tinggi. Meski kini masih menjalani pengobatan kesehatan secara rutin, semangat beliau untuk berbuat dan berkarya demi masyarakat tak pernah surut.
“Lakek tangan” beliau nyata di berbagai lini kehidupan kota ini; dari pemerintahan, sosial kemasyarakatan, hingga pengembangan ekonomi kerakyatan.
Tak berlebihan jika banyak kalangan muda di DPC Syarikat Islam Bukittinggi menjadikannya tampaik batanyo jo mintak sipaik — tempat bertanya, tempat belajar, sekaligus tempat menimba nilai-nilai kebijaksanaan hidup. Jiwa kepemimpinan Drs. Rismaidi, SH begitu humanis dan rendah hati. Beliau mudah bergaul, tidak membeda-bedakan kelompok atau komunitas, dan selalu hadir di tengah masyarakat dengan ketulusan.
Namun, di balik kelembutan dan kebijaksanaannya, tersimpan sesuatu yang unik: “kesombongan semangat” — sebuah istilah yang menggambarkan tekad kuat dan etos kerja luar biasa yang jarang dimiliki orang lain seusianya. Di saat banyak orang memilih beristirahat menikmati masa senja, Mak Tuanku Rismaidi justru terus bergerak, berinovasi, dan memberi inspirasi.
Kesombongan semangat inilah yang menjadikannya Orang Tua yang Arif dan Bijak, sosok panutan yang bisa diterima di berbagai lapisan masyarakat.
Dari kesehariannya, tak tampak beban atau kesulitan. Manajemen problem solving yang apik serta inner beauty yang kuat membuatnya selalu terlihat tenang dan optimis. Ia bukan sekadar berpikir untuk dirinya sendiri, melainkan terus memikirkan bagaimana masyarakat dapat hidup lebih baik dan bermartabat di masa kini maupun masa mendatang.
Pertanyaannya kini, apakah Drs. Rismaidi, SH akan mengurangi aktivitas sosialnya, atau justru menghadirkan lebih banyak kejutan positif bagi masyarakat? Mengenalnya, mungkin sulit membayangkan beliau berhenti berkarya. Sebab, bagi Drs. Rismaidi, SH, hidup adalah pengabdian.
Semoga Allah SWT senantiasa menjaga kesehatan dan semangat beliau,
serta mengijabah setiap doa dan niat mulia seorang Drs. Rismaidi, SH,
tokoh inspiratif yang terus menyalakan obor perjuangan kemanusiaan dan keislaman di Kota Bukittinggi. 🌹🇮🇩






