
Bismillahirrahmaanirrahiim;
Alhamdulillah wa-Syukrulillah kita telah memasuki tahun 2026 miladiyah. Momentum pergantian tahun ini kita melakukan refleksi yang jujur, terukur, dan bertanggung jawab atas kiprah perjalanan Syarikat Islam (SI) guna meneguhkan kembali arah dan makna perjuangan kita. Resolusi ini adalah cermin organisasi, untuk kita membaca posisi SI hari ini secara jernih, menilai sejauh mana amanah telah ditunaikan, serta menentukan langkah yang lebih bermakna bagi umat dan bangsa, hari ini dan ke depan.
Sebagai bagian dari entitas bangsa, kaum Syarikat Islam turut berduka dan berempati terhadap bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terjadi pada November 2025. Do’a-do’a kebajikan kita panjatkan ke hadhirat Allah ‘Azza wa Jalla, kiranya saudara-saudara kita yang tertimpa musibah diberikan ketabahan dan menerima apa yang terjadi dengan sabar dan tawakkal.
Syarikat Islam memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Daerah yang cepat tanggap menangani bencana; uluran tangan berbagai elemen bangsa sebagai bentuk kepedulian dalam menghadirkan sentuhan kasih-sayang dalam semangat persaudaraan selaku anak bangsa yang satu; dan tentunya kepada seluruh relawan yang telah ikhlas membantu bencana. DPP Syarikat Islam melalui LAZNAS Syarikat Islam turut berempati menerjunkan tim ke daerah di beberapa titik bencana.
Kesejahteraan bagi rakyat
Penataan perbaikan pemerintahan negara yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dengan tekad mewujudkan good governance patut kita apresiasi tinggi dalam rangka mengembalikan arah kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan koridor konstitusi sebagaimana cita asasinya. Menjadi kewajiban bersama bagi seluruh elemen bangsa memberikan dukungan penguatannya. Kebijakan-kebijakan yang keliru dan salah kaprah di masa sebelumnya penting untuk diperbaiki.
SI mendukung sepenuhnya pemberantasan korupsi secara masif di bidang sumber daya alam: tambang minyak, tambang timah, dan perkebunan kelapa sawit. Pemberantasan korupsi juga seharusnya dilakukan dengan menyasar ke SDA lainnya antara lain tambang batubara, nikel, emas, dan pertambangan mineral lain yang menjadi sumber kekayaan anak bangsa. Pemberantasan illegal mining tidak menjadi lip-service belaka, tetapi dilakukan dengan sungguh-sungguh dan berimplikasi lebih luas dalam rangka perwujudan tata kelola pemerintahan yang baik.
Paling fundamental yaitu perubahan kebijakan ekonomi pembangunan yang memberi ruang luas bagi bertumbuhnya ekonomi sosial kerakyatan yang berkeadilan sesuai amanat konstitusi. Perubahan arah kebijakan ekonomi ini sejalan dengan hakikat perjuangan SI yang sejak awal memperjuangkan tegaknya ekonomi berkeadilan, yang tumbuh dari kekuatan rakyat, yang dibangun atas dasar kekeluargaan dan kebersamaan. Praktik-praktik under invoicing (praktik ilegal dalam perdagangan internasional) menjadi modus pelanggaran kepabeanan dengan memanipulasi nilai dan mengurangi kewajiban fiskal yang merugikan negara, harus dicegah dan dihentikan.
Juga, dalam rangka sustainable economy yang mengarah pada pertumbuhan dan kemakmuran —dengan menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial, dan kelestarian lingkungan— sangat penting untuk dijaga dengan menguatkan stabilitas nasional dan pertahanan negara di dalam kedaulatannya. Dibutuhkan pertahanan yang mendukung ekonomi (defense supporting economy) di mana pembangunan pertahanan tidak sekadar untuk menjaga keamanan nasional tetapi sekaligus berperan aktif mendorong pertumbuhan ekonomi demi memelihara stabilitas yang kondusif untuk investasi dan kesejahteraan rakyat.
Salah satu dari langkah konkret mewujudkan kesejahteraan rakyat, utamanya bagi generasi bangsa yakni program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi kebijakan prioritas pemerintah, harus dikelola secara baik dan amanah oleh pengelola dan para pegiatnya sehingga menjadi sesuai dan tepat sasaran. Begitupun hal-hal lain dari program turunan pemerintah, bantuan yang langsung menyentuh hajat hidup rakyat, terhindar dari penyalahgunaan di lapangan.
EKONOMI KUAT – UMAT BERDAULAT
Dalam konteks back to azimuth, Syarikat Islam telah kembali pada poros utama perjuangan yaitu dakwah ekonomi. Kita memahami bahwa rakyat tidak akan pernah berdaulat secara sosial, politik, dan budaya apabila fondasi ekonominya rapuh. Bersyukur, pemerintah menerapkan kebijakan membangun perekonomian berkemandirian yang digerakkan dari kekuatan tangan rakyat sendiri. Oleh karena itu, dakwah ekonomi yang telah digulirkan selama ini sejatinya digerakkan lebih kencang sebagai dakwah pembebasan yang membangun kemandirian dan kekuatan ekonomi umat.
Peringatan Tasyakkur Milad ke-120 Tahun Syarikat Islam yang digelar di Jakarta Convention Centre pada 4 November 2025 menjadi momentum tersendiri untuk kita kian optimis melayari transformasi dinamis Syarikat Islam. Dalam memasuki usia SI yang ke-120 (1905-2025) itulah kita menegaskan kembali prinsip perjuangan Syarikat Islam dengan tagline: “Ekonomi Kuat – Umat Berdaulat.” Ekonomi yang kuat adalah syarat mutlak bagi tegaknya martabat dan kedaulatan umat/bangsa.
Peringatan milad tentu tak sekadar terhenti pada ajang seremonial akan tetapi sejatinya ia menjadi ‘peringatan’ agar kita lebih intens berkhidmat membangun organisasi demi kemaslahatan umat dan bangsa. Acara Peringatan Milad ke-120 SI yang monumental itu sepatutnya menjadi trigger untuk kita meneguhkan optimisme kerja di tahun 2026 ini.
Organisasi ini harus terus dibesarkan karena dari SI inilah kita dapat membaca arsip Indonesia yang hidup, kita mendapatkan nilai-nilai keindonesiaan dan keislaman yang melekat dan saling menguatkan, yang menjadi modalitas membangun Indonesia kini dan masa depan. Kita harus dapat membaca kembali masalah dan tantangan yang dihadapi baik masalah umat Islam maupun negara dan bangsa, dengan merumuskan langkah dan visi organisasi yang tepat untuk masa yang akan datang. Dengan perumusan itulah kita menempatkan SI sebagai organisasi yang memberi solusi bagi umat dan bangsa.
SI terus melakukan berbagai ikhtiar organisasi. Ada upaya konsolidasi, penguatan kelembagaan, dan langkah-langkah yang diarahkan untuk menghidupkan kembali perannya di tengah umat dan bangsa. Sejujurnya kita katakan bahwa dakwah ekonomi belum sepenuhnya menjadi arus utama gerakan organisasi. Masih dibutuhkan keberanian untuk menjadikan ekonomi umat sebagai prioritas strategis, konsistensi dalam pelaksanaan program, dan kesungguhan dalam mengoptimalkan seluruh instrumen organisasi.
Kita bersyukur, SI mengalami kemajuan dalam berbagai hal. Ini berkat dukungan dari kepengurusan organisasi secara struktural (DPW, DPC, PAC, Ranting) dan kinerja yang ditunjukkan oleh Organisasi Serumpun (Wanita Syarikat Islam, Gerakan Tani Syarikat Islam, Pemuda Muslimin Indonesia, Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia, Perisai Syarikat Islam) dan kelembagaan otonom lainnya di semua tingkat kepengurusan masing-masing; menyinergikan kerja-kerja keorganisasian demi berkhidmat kepada masyarakat/umat.
2025 SI fokus pada pemantapan perubahan pendekatan dalam pengembangan organisasi dari yang sebelumnya hanya fokus dalam pendekatan struktural mekanis menjadi pendekatan fungsional yaitu dengan memperkuat fungsi Majelis, Badan, dan Lembaga serta organ-organ khusus organisasi, seperti pengembangan LAZNAS-SI, penguatan sekolah dagang dan latihan kewirausahaan, pemberdayaan koperasi serta pengembangan organisasi serumpun. LP3H-SI telah memroses 8.000-an sertifikat halal untuk pelaku UMKM.
DPP mengambil langkah melakukan transformasi Perisai dari Pertahanan Ideologi Syarikat Islam menjadi Perisai Syarikat Islam, yang keberadaannya memperkuat organisasi SI yang kini terus aktif melakukan konsolidasi ke seluruh Indonesia. Tahun ini DPP melakukan revitalisasi kantor di Jl. Taman Amir Hamzah No.2 Jakarta Pusat, sehingga seluruh aktivitas organisasi dipusatkan di sekretariat tersebut.
PENGUATAN ORGANISASI
Resolusi awal tahun sebagai tekad bersama ini harus menjadi titik koreksi sekaligus titik penguatan arah, SI menegaskan diri sebagai:
- Gerakan dakwah yang berbasis kemandirian ekonomi umat
- Organisasi yang tertib, disiplin, dan berdaulat secara nilai dan sumber daya
- Kekuatan moral yang konsisten memperjuangkan kesejahteraan dan keadilan sosial
- Rumah perjuangan umat yang relevan, berpengaruh, dan berdampak nyata.
Semua itu, Insya-Allah dapat terwujud apabila tekad tersebut disatukan dengan kerja nyata, dan dakwah ekonomi dijadikan poros utama gerakan.
Penghujung tahun ini, sesuai agenda organisasi, kita Insya-Allah akan menyelenggarakan perhelatan majelis tahkim. Penguatan organisasi di seluruh jenjang kepemimpinan menjadi pekerjaan tidak ringan untuk diwujudkan. Seperti ditetapkan dalam Mukernas I/2023 dan Mukernas II/2025, membangun kekuatan (kepemimpinan dan persebaran program keumatan) bertumpu di perdesaan harus diwujudkan dengan melakukan percepatan penataan kepengurusan hingga level Ranting SI di seluruh Indonesia.
Koperasi dalam daya dukungnya menggerakkan Usaha Kreatif Mandiri (UKM) menjadi ujung tombak membangun penguatan ekonomi bangsa berkemandirian. Ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam konteks menumbuhkembangkan pranata perekonomian rakyat melalui koperasi. Koperasi-koperasi yang digerakkan oleh kaum SI sejatinya bersinergi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam pola kerja sama yang strategis. Peran aktif ikut membesarkan dan mendayagunakan Kopdes-kopdes oleh kaum SI (terlibat langsung, bekerja sama, atau memberi dukungan) menjadi penting, mengingat koperasi adalah ‘ruh’ gerakan ekonomi yang diterapkan SI sejak dulu.
Jika dulu HOS Tjokroaminoto, 1917, berpesan, “Kita tidak akan menjadi bangsa merdeka selama masih bergantung pada kekuatan modal orang lain.” Maka kini, kedaulatan umat dan bangsa tidak akan pernah tegak tanpa kemandirian ekonomi. Ekonomi yang kuat bertumpu pada keberdayaan rakyat banyak: pedagang kecil, petani, nelayan, perajin, guru, dan seluruh pekerja/buruh yang menjadi nadi bangsa ini. Koperasi adalah jantung ekonomi umat dan bangsa Indonesia, sebagaimana H. Samanhudi dulu membangun SDI atas dasar keadilan berwawasan persamaan, persaudaraan, dan kemerdekaan, maka hari ini kita harus membangun revitalisasi koperasi dan ekonomi rakyat melalui pemajuan kinerja koperasi.
Akhirnya, melayari rentang tahun 2026 ini, kami mengajak Pengurus DPP, DPW, DPC, PAC, Ranting Syarikat Islam, Organisasi Serumpun Syarikat Islam, dan seluruh kaum Syarikat Islam untuk meneguhkan kembali komitmen perjuangan. Organisasi bergerak melalui disiplin, integritas, dan tanggung jawab para pengemban amanahnya. Mari kita hidupkan dakwah ekonomi sebagai jalan pembebasan umat, demi mewujudkan cita-cita sekalian anak bangsa: Indonesia yang maju, mandiri, dan sejahtera. Kiranya Allah ‘Azza wa Jalla membimbing langkah dan memberkahi perjuangan kita. Aamiin.
Fattaqullaha Mastatha’tum
BILLAHI FI SABILIL HAQ
Jakarta, 16 Rajab 1447 H / 5 Januari 2026
Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah
Syarikat Islam
Dr. Hamdan Zoelva, S.H., M.H. / Presiden
Dr. Ferry J. Juliantono, S.E.Ak., M.Si. / Sekretaris Jenderal






