Oplus_131072



Palembayan, Agam —4Desember 2025, Suasana haru dan harapan menyelimuti pertemuan warga terdampak banjir bandang dan longsor di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, ketika rombongan LAZNAZ bersama tokoh nasional dan relawan Syarikat Islam tiba di lokasi bencana. Kehadiran mereka bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga memberikan kekuatan moril bagi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan kehidupan.
Rombongan dipimpin oleh Ketua LAZNAZ Pusat, Bapak David Kholik, yang oleh masyarakat dikenal sebagai tokoh figur nasional sekaligus seorang aktor, sehingga kehadirannya mendapat sambutan hangat. Bersama beliau turut hadir Kombes Purn. Mukhlis Mansyur, Ketua LAZNAZ Sumbar DR. Fhakri Zaki, serta tim relawan Syarikat Islam Padang Pariaman.
Warga yang sebelumnya dilanda duka akibat kerusakan parah pada rumah, fasilitas umum, serta akses jalan yang terputus, tampak terhibur dan tersentuh dengan kedatangan rombongan ini. Banyak warga tak menyangka sosok publik seperti Ketua LAZNAZ Pusat datang langsung menyapa dan memberikan dukungan.
“Kami sangat terharu. Beliau bukan hanya seorang pemimpin, tapi juga tokoh yang dikenal masyarakat. Bagi kami, kedatangannya memberi semangat besar untuk bangkit,” ujar salah satu warga yang tak kuasa menahan air mata.
Di lokasi bencana, jajaran LAZNAZ mendengar langsung cerita dan keluhan masyarakat, sambil meninjau beberapa titik paling parah terdampak banjir bandang dan longsor. Bantuan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan darurat, serta dukungan psikologis diberikan untuk meringankan beban warga.
Ketua LAZNAZ Sumbar, DR. Fhakri Zaki, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendampingi masyarakat hingga masa pemulihan. Sementara itu, Kombes Purn. Mukhlis Mansyur menekankan pentingnya kepedulian dan kolaborasi dalam menghadapi bencana.
Tim relawan Syarikat Islam Padang Pariaman juga bergerak cepat membantu proses pembersihan, pendataan korban, dan penyaluran logistik.
Kehadiran para tokoh tersebut menciptakan momen haru yang tak terlupakan bagi warga Palembayan. Di tengah luka dan kehilangan, perhatian dan kepedulian yang diberikan menjadi sumber kekuatan baru bagi masyarakat untuk kembali bangkit dari musibah.






