0-3248x1440-0-0-{}-0-24#
Bukan hanya suara ajaran yang terngiang dan eforia melainkan langkah nyata yang menyentuh hati, Syarikat Islam membuktikan dirinya sebagai organisasi yang akrab dengan masyarakat.
Setiap musibah yang melanda negeri menjadi panggilan untuk bertindak cepat dengan tanggap darurat sebut saja banjir lahar dingin di Agam.
Semangat gotong royong dan ukhuwah islamiyah sebagai pijakan yang tak tergoyahkan, terutama ketika warga membutuhkan bantuan yang paling tepat dan segera.
Seperti bayangan yang mengiringi tujuan, konsolidasi DPC Syarikat Islam Kota Bukittinggi pun digelar penuh keprihatinan pada hari Kamis, 4 Desember 2025 di sekretariat Jalan Puding Mas – ABTB – Bukittinggi.
Sejumlah Tim Tanggap Darurat Bencana hadir penuh semangat. Di tengah suasana yang padat niat, lahirlah gagasan yang kental dengan kepedulian: mapping mitigasi bencana yang menitikberatkan pada penyaluran bantuan tepat sasaran , tanpa celah sedikitpun yang memungkinkan kesalahan yang merugikan korban.
Tidak berhenti sampai situ, konsolidasi ini juga mengukir tekad untuk menguatkan titik penyaluran bantuan langsung – tanpa perantara apapun.
Tujuannya sederhana namun penuh makna: biarkan bantuan mengalir cepat ke tangan yang paling membutuhkannya, tidak terhambat oleh deretan tahap yang hanya akan memperlambat langkah keselamatan.
Dari pertemuan itu, tergambar gambaran yang jelas: Syarikat Islam dan Laznas akan menyebarkan bantuan melalui dua jalan yang luas: pertama, bantuan tunai yang fleksibel; kedua, paket sembako dan pakaian yang memenuhi kebutuhan dasar.

Dengan dua opsi ini, koloborasi Syarikat Islam dengan organisasi serumpun – LASNAZ, SEMMI, Pemuda Muslimin Indonesia, dan Wanita Syarikat Islam Indonesia – berjalan bahu membahu, bersama-sama mengumpulkan dan menghimpun donasi seperti sungai yang bergabung ke laut.
Semua bantuan yang terkumpul akan mengalir ke wilayah yang sedang terpuruk di Sumatera Barat: Balingka, Malalak, dan Palembayan – daerah-daerah yang menghadapi intensitas kebencanaan dengan dampak yang luar biasa.
Setiap langkah distribusi direncanakan dengan cermat, seolah-olah merawat jiwa yang rapuh, untuk menjawab kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda.
“Biarkan bantuan sampai ke tangan yang berhak – meskipun tidak selalu sempurna, tapi jangan biarkan menumpuk dan menunggu. Ini masalah kelangsungan hidup korban!” tegas Drs. Rismaidi, SH, Ketua DPC Syarikat Islam Kota Bukittinggi penuh sedih dan keprihatinan.
Tuangku Rismaidi menekankan bahwa tanggung jawab moral dan ukhuwah islamiyah adalah panggilan yang tak bisa ditolak: Syarikat Islam harus hadir, baik di saat darurat maupun di hari-hari pasca bencana.
Di tengah konsolidasi itu, DPC Syarikat Islam juga menginventarisir setiap butir bantuan yang sudah terdistribusi dan daerah yang akan menerima kebahagiaan selanjutnya. Pemetaan ini harus jelas dan transparan – tidak ada ruang untuk mengambil momentum dari penderitaan manusia. Selain itu, sarana komunikasi seperti ORARI dan RAPI perlu dirangkul dan dioptimalkan, mengingat meskipun HP Android sudah merata, listrik yang belum stabil membuat komunikasi harus tetap akurat seperti kompas di lautan gelap.
Saat ini, DPC Syarikat Islam Kota Bukittinggi menantikan kedatangan Ketua LASNAZ Pusat David Chalid untuk menyebarkan bantuan ke Sumatera Barat.
“Kita akan selalu berkoordinasi dan berkolaborasi dengan organisasi serumpun,” tegas beliau yang akrab disapa Mak Tuanku Rismaidi, sambil menyampaikan salam kemanusiaan yang penuh harapan – seolah-olah sinar matahari yang akan menyinari kembali tanah yang terpuruk.
(my)






