0-3248x1440-0-0-{}-0-24#
Bukittinggi ranah yang kaya akan nilai-nilai keislaman, dakwah bukan sekadar aktivitas agama semata – melainkan pijakan kokoh dalam perjuangan mengangkat harkat dan martabat umat serta menegakkan nilai-nilai luhur Islam. Setiap langkah dalam menyebarkan pesan kebenaran diwarnai semangat gotong royong, karena kemajuan masyarakat tidak dapat dicapai sendirian.
Melihat pentingnya sinergi dalam membangun kemaslahatan, Syarikat Islam (SI) Bukittinggi menjalin kolaborasi erat dengan Yayasan Aqabah. Melalui kerja sama ini, kedua lembaga bertekad untuk memperluas jangkauan dan dampak dakwah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak lapisan masyarakat. Kepercayaan akan kekuatan kolaborasi ini menjadi landasan utama dalam setiap langkah yang ditempuh.
Buktinya, pada hari ini di Kampus Aqabah Tarok Dipo, ketua SI Bukittinggi, H. Rismaidi Tuanku Bagindo – yang akrab disapa Inyiak Tuanku – secara langsung menyerahkan bantuan donasi senilai Rp 10 juta.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Umar Ramadhan 1447 H yang diselenggarakan oleh Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Salam Syarikat Islam.
“Bantuan ini adalah bentuk nyata dari kepedulian kita terhadap kemajuan dakwah dan pendidikan,” ucapnya dengan nada yang tegas dan penuh pengharapan.
Inyiak Tuanku menambahkan, meskipun jumlah bantuan tidak sebanding dengan besarnya kebutuhan Yayasan Aqabah, namun setiap rupiah akan memiliki arti luar biasa jika dipergunakan dengan sebaik-baiknya.
Ia datang tidak sendiri – di sisinya ada ketua LAZNAS Salam SI Bukittinggi, M. Yaman, sekretaris SI Shefri Donaldy, bendahara Ferry Susianti, serta Noviardi Syafei selaku wakil ketua DPC SI Bukittinggi – semuanya membawa semangat yang sama untuk kemaslahatan bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Inyiak Tuanku juga menegaskan esensi keberadaan Syarikat Islam:
“SI bukanlah alat politik yang mengejar kepentingan sempit, melainkan alat perjuangan yang berlandaskan prinsip-prinsip agama untuk kesejahteraan umat.” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa SI Bukittinggi siap terus bersinergi dengan Yayasan Aqabah, serta menekankan posisi lembaga yang independen dan tidak terikat pada kekuasaan pemerintah manapun.
Menanggapi hal itu, M. Yaman menjelaskan bahwa program donasi semacam ini bukanlah hal baru bagi SI. Kegiatan ini merupakan bagian dari rutinitas yang dilakukan oleh Syarikat Islam di seluruh pelosok Indonesia.
“Kami berpegang teguh pada prinsip: ‘Kerjakan apa yang disukai Allah, niscaya Allah akan wujudkan apa yang kamu sukai.’ Kegiatan yang kita lakukan hari ini adalah salah satu bukti konkrit dari prinsip tersebut,” ucapnya dengan keyakinan yang mendalam.
Ketua 1 Yayasan Aqabah, Ustadz Aliwizar, yang didampingi Direktur Akademi Dakwah Indonesia (DAI) Aqabah Ustadz Awaluddin, menyambut baik bantuan yang diberikan dengan hati yang penuh rasa syukur.
“Kalau tidak diterima dengan tangan terbuka, lalu bagaimana kita akan menyampaikan rasa terima kasihnya?” ucapnya dengan nada hangat.
Ia juga menambahkan “Atas nama seluruh pengurus dan peserta didik, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga tali silaturahmi dan kolaborasi antara SI dan Yayasan Aqabah terus terjalin erat dan menghasilkan manfaat yang luas.”
Shefri Donaldy, Sekretaris Syarikat Bukittinggi yang aktif diberbagai organisasi menyatakan bahwa kegiatan hari ini sebagai bukti nyata kepedulian syarikat islam lewat Laznas Salam , meskipun belum maksimal paling tidak sudah berikan kontribusi positif serta berharap bermanfaat.
Donald juga mengajak kaum muslimin dan muslimah untuk dapat salurkan zakat ke Laznas Salam syarikat Islam dalam berbagi kepedulian terhadap sesama.
Diakhir pertemuan diberikan buku sebagai cendramata oleh Ustadz Aliwiza dua paket buku tentang perjuangan Yayasan Aqabah serta pemikiran Buya M. Natsir sebagai bentuk tanda penghargaan dan wujud silaturahmi yang lebih erat.
(MY)






