0-3248x1440-0-0-{}-0-24#
Bukittinggi, 12 Oktober 2025 – Syarikat Islam (SI), organisasi pergerakan nasional tertua di Indonesia, merayakan Milad ke-120 dengan menegaskan kembali posisi non-partai politik dan fokus pada perjuangan dakwah ekonomi umat.
Acara puncak peringatan yang mengangkat tema “Semurni Murni Tauhid, Setinggi Tingginya Ilmu, dan Sepintar Pintarnya Siyasah” ini dipusatkan di Aula Lantai 1 Balai Kota Bukittinggi di Bukik Gulai Bancah.
Pembukaan secara resmi dilakukan oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, S.TP, didampingi oleh Ketua DPW Syarikat Islam Provinsi Sumatera Barat, Kombes Pol (Purn.) Mukhlis Mansyur, S.IK.

Peringatan Milad ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat, Tokoh Ulama Sumbar Buya H. Mas’oed, Mantan Wali Kota Bukittinggi Buya H. Marfendi Dt Basa Balimo, Ketua DPC SI Kota Bukittinggi Drs. H. Rismaidi Tuanku Bagindo, serta perwakilan Kemenag Bukittinggi dan akademisi.
Ketua DPW SI Sumbar, Kombes Pol (Purn.) Mukhlis Mansyur, dalam sambutannya menekankan agar Syarikat Islam senantiasa dicintai dan dikenang, sesuai dengan nilai-nilai yang diusung.
“Dan disini saya tegaskan bahwa keberadaan S.I sejak kemerdekaan tidak berpartai, namun keberadaannya ada di Parlemen,” tegas Mukhlis,
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan permohonan maaf dari Wali Kota yang berhalangan hadir dan menitipkan doa bagi kesuksesan Milad ke-120.
Ibnu Asis menyampaikan terima kasih atas dipilihkannya Bukittinggi sebagai tuan rumah Milad SI, seraya berharap momentum ini dapat memberikan dampak positif seperti yang dicita-citakan para founder father terdahulu dalam menyejahterakan masyarakat.
Beliau mengharapkan kalangan pemuda dapat meneladani tokoh-tokoh pergerakan organisasi pertama di Indonesia seperti HOS Cokroaminoto, KH. Agus Salim, dan Abdul Moeis, seraya memohon doa restu agar Bukittinggi memiliki identitas yang sejajar dengan Jakarta dan Yogyakarta dalam konteks sejarah perjuangan.


Di usia ke-120 tahun, Syarikat Islam bertekad untuk melahirkan inspirasi bagi generasi muda agar mau berorganisasi dan berjuang, terutama dalam bidang ekonomi umat.
Dalam kaitan itu, Mukhlis Mansyur menyoroti upaya SI untuk meningkatkan perekonomian umat, seperti mendorong suksesnya Koperasi Merah Putih.
Sementara itu, Ketua Pelaksana, Tuangku Rismaidi, menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan partisipasi moril maupun materiil dari para tokoh, akademisi, dan seluruh pihak, yang menjadi kunci utama kesuksesan perayaan akbar ini.
penceramah, Marfendi Dt Basa Balimo, memberikan pandangan filosofis tentang Kepemimpinan yang Lahir dari Ketaatan Tauhid yang Murni.
Ia menegaskan bahwa surutnya kualitas kepemimpinan adalah cerminan dari iman yang surut, dan pentingnya regenerasi yang berfondasi pada pendidikan iman.
Buya Marfendi juga menyebut alasan historis mengapa Bukittinggi menjadi tempat yang strategis untuk menggelar acara ini, mengingat kota ini pernah menjadi Ibukota RI Darurat (PDRI) pada tahun 1949, menunjukkan semangat perjuangan yang tak pernah padam.
Konsolidasi ini menjadi penanda bahwa semangat perjuangan Syarikat Islam terus hidup dan berdenyut di ranah Minang.

Secara keseluruhan, Milad ke-120 Syarikat Islam ini merupakan momentum penting untuk memperkuat ikatan persatuan, memperkokoh perjuangan ekonomi, dan memastikan warisan pergerakan ini tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang.
Dengan menegaskan diri sebagai organisasi dakwah ekonomi dan tidak berpartai, Syarikat Islam berkomitmen untuk memberikan pemikiran konstruktif dan membantu pemerintah dalam mengatasi ketimpangan sosial ekonomi, meneruskan cita-cita mulia yang dicetuskan sejak berdirinya Sarekat Dagang Islam pada tahun 1905.
(Mr.My)






