BUKITTINGGI — Ketua Syarikat Islam (SI) Kota Bukittinggi, Tuanku Rismaidi, turut menghadiri Seminar Nasional 100 Tahun Pahlawan Nasional Haji Agus Salim yang digelar di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, pekan lalu.
Acara yang menghadirkan sejumlah narasumber ternama itu, di antaranya Rocky Gerung, Prof. Dr. Faisal Tanjung (mantan Wamendikbud), dan Arif Malin Mudo (sutradara film Surau dan Silek), berlangsung meriah dengan dihadiri akademisi, pimpinan perguruan tinggi se-Sumbar dan Riau, para tokoh, serta keluarga besar Haji Agus Salim. Hadir pula cucu beliau, Kontan Haji Agus Salim Ibong Agus Syahroezah.
Dalam kesempatan itu, Tuanku Rismaidi tidak hanya terlihat akrab dengan para narasumber, namun juga tampil memberikan pidato. Ia menegaskan bahwa seminar ini membuka kembali ingatan kolektif tentang jasa-jasa Haji Agus Salim.
“Seperti yang disampaikan Rocky Gerung, Haji Agus Salim adalah diplomat Indonesia yang hingga kini belum ada tandingannya. Beliau menguasai lebih dari tujuh bahasa asing dan menjadikan Indonesia disegani dunia,” ujar Tuanku Rismaidi.
Ia kemudian mengisahkan salah satu momen legendaris Haji Agus Salim ketika menghadiri sidang PBB. Saat itu, seorang perwakilan asing mencoba meledek dengan menirukan suara kambing. Namun, dengan tenang Haji Agus Salim menjawab dalam pidatonya, “Saya bisa berbicara dalam tujuh bahasa dunia, tapi saya tidak bisa bahasa kambing. Rupanya kambing juga hadir di sini.”
Jawaban itu, kata Tuanku Rismaidi, membuat ruang sidang PBB bergemuruh tepuk tangan. “Smash yang dilakukan Haji Agus Salim menunjukkan kecerdasannya sebagai diplomat ulung. Sampai hari ini, beliau tetap dikenang sebagai diplomat terbaik Indonesia sekaligus tokoh pergerakan Syarikat Islam, sejajar dengan Soekarno dan tokoh nasional lainnya,” tegasnya.
Seminar Nasional ini menjadi ruang refleksi, sekaligus momentum mempertegas peran Haji Agus Salim sebagai simbol kecerdasan, keteguhan, dan keindonesiaan di kancah dunia






