Seandainya kita berada di tempat mereka – di tengah puing-puing rumah dan air yang membanjiri – apa yang kita mohon dan harapkan.
Syarikat IsIam (SI) mendorong langkah kepedulian terhadap sesama untuk didiatribusukan di Langkat Sumut, dan hari ini rombongan LAZNAS Syarikat Islam (SI) yang dipimpin Ir. David Chalik M.M, M. Ag menuju Aceh Tamiang.
Apakah langkah ini cukup untuk menyelamatkan mereka dari rasa trauma dan kecemasan?

Sepanjang jalan menuju daerah terdampak, kita melihat kenyataan yang menyayat hati: banyak wilayah masih terasing, tidak pernah terkena sentuhan bantuan.
Mengapa banyak yang hanya fokus pada satu titik, padahal cakupan bencana meliputi Sumatra Barat, Sumut, dan Aceh yang luas? Bukankah “saudara” itu artinya kita merasakan apa yang mereka rasakan?
Keterbatasan tidak pernah menjadi alasan untuk berdiam. Syarikat IsIam (SI) melalui LAZNAS SI, Perisai, Semmi, PW Sumbar, PW Sumut, PW Aceh, serta PC Bukittinggi, Langkat, dan Aceh telah bergerak cepat membagikan bantuan.

Mereka buktikan bahwa kebaikan tidak perlu menunggu kondisi sempurna – tapi, apakah kita semua akan hanya menjadi penonton yang diam?
Berapa banyak lagi laporan tentang korban yang harus kita dengar agar hati nurani terguncang?
Sampai saat ini, hanya Perisai dan BAPESI yang mengirimkan dana kemanusiaan. Komunikasi berkali-kali dilakukan dengan Pemuda Muslimin, tetapi organisasi serumpun tingkat pusat lainnya masih hilang dari pemandangan.
Dimana kesatuan kita? Bukankah nama Syarikat Islam seharusnya terasa kuat karena kita semua yang membangunkannya?

Tak hanya warga biasa, banyak kaum SI di daerah terdampak juga menjadi korban. Mereka yang seharusnya merasa memiliki “rumah” untuk berlindung, kini meminta bantuan dari organisasi serumpun – tapi tanggapan yang datang masih sangat sedikit.
Apakah kita akan biarkan saudara-saudara kita merasa ditinggalkan di saat paling membutuhkan.
LAZNAS SI sebagai lembaga amil zakat resmi Kementerian Agama dan Baznas membuka pintu bagi kita semua untuk bergandengan tangan.

Setiap donasi yang diberikan – melalui rekening BSI (888 188 0033), Mandiri (122 000 9 000 921), CIMB Niaga Syariah (8600 2148 0800), atau link laznassyarikatislam.or.id/campaign/bantuan-untuk-banjir-bandang-sumatra.
Tuangku Rusmaidi menyatakan, “Kita tidak akan lelah memanggiln kaum dermawan karena setiap hati yang terbuka berarti satu nyawa yang diselamatkan.”
Tuangku Rusmaidi tidak lupa mendoakan ” Semoga Allah SWT memberikan balasan berlipat bagi setiap hati yang dilembutkan untuk berdonasi.”
Tuangku Rusmaidi memastikan misi kemanusiaan ini berjalan lancar, dan kehadiran Syarikat Islam dirasakan oleh semua korban.
Menurutnya ini momentum menunjukkan bahwa kesatuan, persaudaraan, dan kebersamaan bukan hanya kata-kata – tapi tindakan yang nyata di tengah kesulitan .
Tentu saja dana yang dihimpun akan diupdate secara rutin oleh LAZNAS Syarikat Islam.dipastikan integritas dipertaruhkan, Tuangku Rusmaidi menutup perbincangan.
(MY)






